APA ITU PSORIASIS


PSORIASIS (PSO) ialah suatu penyakit kulit yang menahun dan bersifat kambuhan, ditandai oleh gambaran kelainan kulit yang bervariasi. Kelainan kulit biasanya sudah demikian jelas, sehingga dengan mudah dapat ditegakkan, berupa kemerahan pada kulit yang bersisik.

PSO merupakan penyakit kulit yang sering dijumpai dan tersebar di seluruh dunia. Paling banyak ditemukan pada etnik kaukasus di negara-negara Barat. Penyebab penyakit masih belum diketahui. Meski tergolong penyakit tidak menular, ia hingga kini belum dapat disembuhkan.

Angka kejadian (insidens PSO) tertinggi ditemukan di Denmark (2,9 persen). Insidens rata-rata untuk Eropa Utara (termasuk Inggris) 2 persen, sementara di Amerika Serikat 1,4 persen. Insidens di Asia Timur rendah. Insidens di Cina dilaporkan sebesar 0,37 persen.

Data PSO di sepuluh rumah sakit pusat di Indonesia pada tahun 1996 menunjukkan adanya 539 pasien baru. Jumlah pasien baru meningkat pada tahun 1997, yaitu 581 pasien baru. Sedangkan tahun 1998 jumlah total penderita baru di enam rumah sakit adalah 378 orang. Rata-rata prevalensi (frekuensi) PSO pada 1996 ialah 0,62 persen, sedangkan pada tahun 1997 sebesar 0,59 persen dan tahun 1998 sebesar 0,92 persen. Insidens PSO di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo tahun 1997 sebesar 1,6 persen.

Diketahui bahwa faktor trauma, infeksi, stres, dan obat-obatan dapat memicu timbulnya penyakis PSO, di samping adanya faktor genetik.

Usia awitan

PSO dapat muncul pada segala umur, akan tetapi jarang pada usia di bawah 10 tahun. Penulis pernah menemukan penderita PSO pada usia 3 bulan. Pada umumnya, semakin muda usia awitan, penyakit semakin berat atau luas.

PSO dapat mengenai laki-laki maupun wanita dengan perbandingan yang sama. Gambaran kelainan kulit PSO yang klasik berupa suatu bercak-bercak merah yang berbatas tegas dengan permukaannya bersisik putih. Bercak tersebut dapat bervariasi, dari warna merah dengan sisik yang sedikit, sampai keabuan oleh karena sisik tebal yang melekat.

Secara klinis dapat dibedakan beberapa bentuk PSO, yaitu Psoriasis plak, Psoriasis gutata, Psoriasis eritrodermik, Psoriasis pustalar, Psoriasis artropati. PSO plak adalah bentuk PSO yang paling sering dijumpai (90 persen pasien) dan sebagian besar bentuknya ditemukan pada orang dewasa. Kelainan kulit bervariasi dalam jumlah dari satu sampai lebih dari satu, dan dalam ukuran dari 1 cm sampai 30 cm, bahkan bisa lebih besar lagi. Jika penyakit aktif, maka bercak bisa bersatu (bergabung) membentuk bercak yang lebih besar. PSO bisa mengenai kulit di semua bagian tubuh, akan tetapi tempat-tempat yang paling sering ditemukan ialah bagian ekstensor (bagian luar) siku, lutut, dan kepala yang berambut, serta daerah bokong (sakrum). Muka dan alat kelamin merupakan daerah yang jarang dikenai.

Luasnya kelainan kulit sangat bervariasi. Ia dapat mengenai seluruh kulit tubuh (100 persen) atau hampir seluruh tubuh (90 persen) dan disebut PSO eritroderma. Dalam perjalanan penyakitnya, ia dapat secara spontan menghilang, meskipun bercak kelainan kulitnya sudah bertahun-tahun lamanya; atau bisa menetap; atau meluas progresif disertai munculnya kelainan-kelainan kulit yang baru. Pada kulit PSO yang membaik, terutama yang terjadi secara spontan, ada kecendeerungan perbaikan dimulai di bagian tengah dari bercak, sehingga terbentuk kelainan kulit yang berbentuk cincin.

Pada bekas kelainan kulit yang membaik sering terjadi kehilangan pigmen, sehingga daerah tersebut tampak merupakan bercak yang putih.

Penanganan
Penting sekali memberikan penjelasan kepada pasien tentang keadaan penyakitnya. Terutama fakta bahwa PSO tidak menular, dan pada bentuk yang ringan atau sedang, tidak mengalami komplikasi yang serius. Walaupun hingga sekarang penyakit ini belum dapat disembuhkan, dengan pengobatan yang ada sekarang kelainan kulit dapat menghilang (remisi). Selama remisi pengobatan dapat dihentikan atau dikurangi dan atau dilanjutkan, tergantung pada jenis pengobatan yang dipakai.

Pengobatan PSO saat ini dibagi menjadi tiga cara, yaitu obat luar, disebut sebagai obat topikal; pengobatan yang memakai sinar ultra violet; dan obat makan atau suntik, yang disebut sebagai obat sistemik.

Adapun obat topikal yang sering dipakai di klinis untuk PSO adalah kortikosteroid, tar batubara, ditranol, vitamin D analog (kalsipotrid), dan retinoid (tazaroten).

Sedangkan pengobatan dengan sinar ultra violet dilakukan, karena diketahui lebih dari 100 tahun, cahaya matahari bermanfaat untuk mengobati penyakit ini. Cahaya matahari terdiri atas bermacam-macam panjang gelombang yang membentuk sebuah spektrum, antara lain ultra violet A (panjang gelombang 320 sampai dengan 400 nm), ultra violet B (panjang gelombang 290-320 nm), dan ultra violet C (panjang gelombang 250-290 nm). Ultra violet C tidak dapat menembus lapisan atmosfer bumi, sehingga bagian cahaya matahari yang menguntungkan untuk psoriasis ialah UVB dan UVA.

Alternatif lain adalah pengobatan sistemik. Pengobatan ini hanya diberikan untuk PSO yang sudah resisten terhadap pengobatan topikal, atau PSO yang berat. Pada saat ini pengobatan sistemik yang banyak dipakai ialah metotreksat, retinoid, dan siklosporin.

Walaupun penyebabnya belum diketahui, penyakit Psoriasis sudah dapat dikontrol dengan obat-obat yang tepat dan adekuat, sementara penderitanya sendiri harus berobat secara teratur dan disiplin. Dengan pengobatan yang dini, komplikasi berupa perluasan psoriasis yang sudah ada dapat dicegah dan quality of life penderita menjadi normal.